Jakarta, Indonesia – Sebuah serangan siber besar-besaran terjadi ketika hacker berhasil membocorkan 5,7 juta data pribadi dari pengguna yang terhubung dengan Qantas, McDonald’s, dan Toyota. Data yang bocor mencakup informasi sensitif yang dapat membahayakan keamanan pengguna dan reputasi perusahaan-perusahaan tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis, pihak Qantas mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden ini. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan tengah berupaya untuk memahami sejauh mana data yang terpengaruh,” ujar juru bicara Qantas.
Sementara itu, McDonald’s dan Toyota juga merespons dengan cepat, menyatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi sumber serangan dan melindungi data pelanggan mereka. “Keamanan informasi pelanggan adalah prioritas utama kami. Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan data mereka aman,” kata perwakilan dari kedua perusahaan.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna yang mungkin terpengaruh. Para ahli keamanan siber merekomendasikan agar pengguna segera mengubah kata sandi dan memantau aktivitas akun mereka untuk menghindari potensi penyalahgunaan data.
Hacker yang mengklaim bertanggung jawab atas kebocoran ini belum diketahui identitasnya, namun mereka mengancam akan membocorkan lebih banyak informasi jika tuntutan tertentu tidak dipenuhi. Pihak berwenang di seluruh dunia meningkatkan upaya untuk menangkap pelaku dan mencegah serangan di masa depan.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan siber bagi perusahaan besar dan perlunya langkah proaktif dalam melindungi data pelanggan. Pengguna diimbau untuk selalu waspada terhadap informasi pribadi mereka dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.