Baku tembak yang terjadi di perbatasan antara Kamboja dan Thailand kembali memicu ketegangan antara kedua negara. Dalam insiden terbaru, pemerintah Kamboja menuduh militer Thailand telah menembak mati seorang warga sipil. Kasus ini menyoroti masalah yang berkelanjutan di sepanjang garis batas yang sudah lama diperebutkan.
Pada hari Selasa, 14 November 2023, pihak kapten300 Kamboja merilis pernyataan resmi melalui Kementerian Pertahanan mereka mengenai insiden yang terjadi di dekat wilayah perbatasan yang kontroversial. Diberitakan bahwa seorang pria berusia 32 tahun, yang diidentifikasi sebagai Tum Saroeun, menjadi korban tembakan militer Thailand saat sedang melakukan aktivitas sehari-hari di ladang dekat desa perbatasan.
Kronologi Kejadian
Menurut laporan dari pihak Kamboja, Tum Saroeun yang merupakan petani, sedang bekerja di ladangnya yang terletak tidak jauh dari kawasan kapten300 perbatasan ketika ia tiba-tiba diserang oleh tembakan dari arah Thailand. Keluarganya mengklaim bahwa tidak ada aktivitas militer atau provokatif yang dilakukan oleh Saroeun, dan penembakan itu dianggap tidak berdasar.
Kejadian tragis ini segera memicu kemarahan di kalangan warga Kamboja, terutama karena insiden tersebut dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran kedaulatan negara. Demonstrasi kecil pun dilaporkan terjadi di beberapa daerah di Kamboja sebagai bentuk protes terhadap tindakan militer Thailand tersebut.
Reaksi Pemerintah Kamboja
Pemerintah Kamboja dengan tegas mengecam tindakan militer Thailand dan menyerukan penyelidikan independen terhadap insiden ini. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Pertahanannya, Kamboja menuntut agar pemerintah Thailand bertanggung jawab atas kematian warga sipil dan meminta agar seluruh pasukan militer di sepanjang perbatasan ditarik mundur.
“Saya sangat menyayangkan insiden ini. Kami meminta kepada pihak Thailand untuk menghormati kedaulatan dan hak hidup warga sipil yang berada di jalur perbatasan,” kata Menteri Pertahanan Kamboja dalam konferensi pers. Dia juga menambahkan bahwa Kamboja akan terus berjuang menghadapi segala bentuk agresi yang merugikan rakyatnya.
Reaksi Pemerintah Thailand
Sebagai respon terhadap tuduhan tersebut, pemerintah Thailand membantah semua klaim yang menyebutkan bahwa militer mereka terlibat dalam penembakan indiscriminatif terhadap warga sipil. Angkatan Bersenjata Thailand menyatakan bahwa mereka hanya akan menggunakan kekuatan dalam situasi yang sangat terpaksa dan ditekan.
Juru bicara militer Thailand menjelaskan bahwa kapten300 tentara mereka sedang menjaga perbatasan dari potensi penyusup yang dapat mengancam keamanan nasional. Mereka juga menuduh bahwa Kamboja tidak mengawasi pergerakan sejumlah kelompok bersenjata di dekat perbatasan yang dianggap berisiko. Pihak Thailand menyatakan siap untuk berkolaborasi dalam penyelidikan namun menekankan tidak terlibat dalam tindakan yang menewaskan warga sipil.
Latar Belakang Konflik Perbatasan
Konflik di perbatasan antara Kamboja dan Thailand bukanlah masalah baru. Selama bertahun-tahun, kedua negara telah terlibat dalam sejumlah sengketa wilayah, terutama mengenai lokasi candi bersejarah dan lahan pertanian yang dianggap strategis. Insiden serupa sebelumnya juga pernah terjadi, di mana kedua negara saling menyalahkan atas berbagai insiden yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, baik di pihak militer maupun sipil.
Wilayah perbatasan ini dipenuhi oleh tanaman liar dan terasing, membuatnya sulit untuk dikendalikan secara penuh oleh kedua negara. Kesalahpahaman sering terjadi, yang mengarah pada ketegangan yang meningkat antara kedua negara yang memiliki hubungan sejarah yang rumit.
Harapan untuk Resolusi Damai
Masyarakat internasional serta berbagai organisasi kapten300 hak asasi manusia telah menyerukan kedua negara untuk mencari solusi damai dan menghindari konflik bersenjata lebih lanjut. Sementara itu, media lokal di Kamboja melaporkan bahwa protestan akan terus menyuarakan dukungan bagi keluarga Tum Saroeun dan menuntut keadilan.
Para pengamat politik juga mencatat bahwa insiden ini bisa menjadi titik balik dalam hubungan kedua negara, dan berharap bahwa kedua pemerintah dapat berkomunikasi secara efektif untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Dialog terbuka antara Kamboja dan Thailand dinilai sangat penting dalam menghindari kesalahpahaman dan memperkuat stabilitas di kawasan yang rawan konflik ini.
Kesimpulan
Insiden kapten300 penembakan yang mengakibatkan tewasnya seorang warga sipil di perbatasan Kamboja-Thailand telah mengungkapkan kerentanan yang ada dalam hubungan bilateral antara kedua negara. Dalam situasi yang sensitif, akan sangat penting bagi kedua belah pihak untuk menahan diri dan mencari jalan keluar yang damai, demi mencegah lebih banyak lagi kehilangan nyawa.
Sebagai penutup, kita semua berharap yang terbaik untuk keluarga Tum Saroeun serta masyarakat Kamboja dan Thailand agar mereka dapat menemukan perdamaian di tengah gejolak yang terjadi.