Denpasar – Kasus yang melibatkan Timothy Anugerah, seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud), telah mengundang perhatian publik setelah munculnya isu mengenai gangguan mental dan dugaan bullying yang dialaminya. Ibu Timothy, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Denpasar, memberikan klarifikasi mengenai kondisi putranya dan menegaskan bahwa tuduhan yang beredar tidaklah benar.
Menurut Ibu Timothy, yang hanya ingin disebut sebagai Ibu Nia, putranya tidak mengalami gangguan mental seperti yang diberitakan di beberapa media. “Kami sangat terkejut dengan berita yang beredar. Timothy adalah anak yang sehat dan tidak pernah menunjukkan gejala gangguan mental. Dia memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani pendidikan dan aktivitasnya di kampus,” katanya.
Ibu Nia menambahkan bahwa Timothy merupakan mahasiswa yang aktif dan berprestasi di kampus. Ia terlibat dalam berbagai organisasi dan kegiatan akademik, yang menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan sosial yang baik. “Timothy selalu berusaha untuk berkontribusi di lingkungan kampus, dan kami tidak pernah melihat tanda-tanda bahwa dia mengalami tekanan mental,” lanjutnya.
Mengenai isu bullying, Ibu Nia dengan tegas membantah adanya tindakan bullying yang dialami oleh putranya. “Kami sudah melakukan pengecekan dan mendengarkan cerita dari Timothy. Dia tidak pernah mengeluh tentang adanya perlakuan tidak baik dari teman-temannya. Kami sangat menghargai dukungan dari teman-teman dan dosen di kampus,” ujarnya.
Ibu Nia juga mengungkapkan bahwa berita-berita yang beredar di media sosial dan beberapa outlet berita telah menyakiti keluarga mereka. “Kami merasa sangat sedih dan kecewa. Kami berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menyebar informasi. Sangat penting untuk memverifikasi fakta sebelum menyebar berita yang bisa merugikan orang lain,” tambahnya.
Dalam konferensi pers tersebut, Ibu Nia juga menyoroti perlunya dukungan dari pihak universitas dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa. Ia mendorong pihak Unud untuk lebih peka terhadap isu kesehatan mental dan menyediakan layanan yang memadai bagi mahasiswa yang mungkin membutuhkan bantuan. “Kami percaya bahwa setiap mahasiswa berhak mendapatkan dukungan dan perhatian yang cukup, terutama dalam hal kesehatan mental,” tuturnya.
Sementara itu, pihak Universitas Udayana juga memberikan tanggapan terkait isu yang beredar. Rektor Unud mengungkapkan bahwa pihaknya selalu berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan mahasiswa. “Kami memiliki layanan konseling dan psikologi yang siap membantu mahasiswa yang mengalami masalah. Kami mengajak mahasiswa untuk tidak ragu-ragu mencari bantuan jika merasa membutuhkan,” ujarnya.
Rektor juga menegaskan bahwa pihak universitas tidak akan mentolerir perilaku bullying di lingkungan kampus. “Kami akan terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi semua mahasiswa. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk terkait bullying,” tambahnya.
Seiring dengan klarifikasi Ibu Nia, masyarakat diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi. Penyebaran berita yang tidak akurat dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan, baik bagi individu yang bersangkutan maupun bagi masyarakat luas.
Timothy Anugerah kini tengah fokus pada studinya dan berharap isu ini segera berakhir agar ia dapat melanjutkan aktivitas akademiknya dengan tenang. “Saya sangat menghargai dukungan dari keluarga, teman, dan dosen. Saya ingin fokus pada studi dan kegiatan positif lainnya,” ungkap Timothy dalam kesempatan terpisah.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memahami situasi ini dengan lebih baik dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu akurat. Kesehatan mental mahasiswa harus menjadi perhatian bersama, dan penting bagi semua pihak untuk saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang positif dan kondusif di dunia pendidikan.